Ketika Allah SWT sudah menggariskan
sebuah janji, maka tidak ada yang akan sanggup menahan atau pun menolaknya.
Lihatlah ketika Ia membuat air bisa
memberikan kehidupan kepada sekitarnya. Dan lihat pula ketika air bisa
membinasakan semuanya. Tidak ada yang tidak mungkin. Begitu pula dengan Jodoh.
Ibarat kata orang, Jodoh itu tidak
mungkin tertukar, selalu ada cara Allah SWT untuk mempersatukan yang jauh
walaupun sebelumnya bisa jadi tidak saling mengenal.
Untuk muslimah, tidak perlu menjadi
ombak di lautan yang menerjang karang mencoba menelusup dalam relung –
relungnya. Sebab itu hanya akan membuat dirimu semakin terpuruk nantinya.
Cukuplah Allah, cukuplah Allah... dan
semua akan menjadi terbuka lebar.
Yakin saja skenario yang dibuat oleh
Allah itu sangat indah. Bahkan lebih indah dari rencana yang kamu anggap sudah
tersusun rapi itu.
Terkadang jodoh datang tanpa ditebak,
bahkan orangnya bisa jadi bukan yang diprediksi selama ini. Tidak perlu bimbang
wahai muslimah, cukup lantunkan syair yang terus mengudara ke langit. Allah
tidak mungkin menyia – nyiakan doamu itu.
Berkah Allah terhadap mahluknya tidak
terbatas. Selalu ada jalan untuk mempertemukan dua insan menjadi satu.
Begitupun dengan saya, mungkin saya
salah satu orang yang belum terlalu fokus memikirkan sebuah pernikahan,
walaupun waktu itu saya bertekad siapapun yang memiliki agama yang baik dan
orang tua setuju serta memiliki visi misi sama kedepannya, akan diterima
terbuka lebar. Dan jujur saja, waktu itu saya lebih fokus bagaimana caranya
mendapatkan beasiswa untuk study
lanjut dibandingkan sebuah pernikahan.
Tapi Allah sangat bisa membuat sebuah
skenario yang begitu runtun tanpa diminta. Dimulai dari rasa kehilangan dan
salah satu pesan beliau ke mamak sebelum mendahului kami meninggalkan dunia ini
yang begitu berat rasanya mengingat tidak ada kandidat, singkat cerita akhir
tahun kemarin sesuatu yang belum ada dalam pikiran dan kandidat itu pun bisa
terealisasi.
Welcome
to the new world...
entah dengan modal kenekatan apa dia mengutarakan semua dan berani berbicara
dengan mamak setelah hanya beberapa jam sebelumnya meminta izin datang ke
rumah. Semua berjalan dengan sangat singkat, hanya sekitar dua minggu setelah
itu sebuah mistaqan ghaliza itu pun
terucap.
Ya, tepat di bulan Desember tanggal 8,
2016 (8 Rabi’ul Awal 1437H). Kami menyempurnakan agama bersama. Ada salah satu
yang unik di sini ketika tahu bahwa bulan pernikahan saya sama dengan mamak dan
bapak hanya tanggalnya saja yang berbeda (Dari sejarah juga bulan hijriayahnya
sama ketika Rasulullah menikah dengan Khadijah ra., Allahu 'alam). Selain itu pernikahan Bapak
dan Mamak terlaksana setelah 3 bulan meninggalnya Papuk (Nenek) dari Bapak. Oya
yang lebih membuat terkejut itu tanggal lahir saya ternyata sama dengan anniversary
pernikahan mamak dan bapak, mashaAllah. *Baru tahu kalau waktu itu tidak
membantu mamak mengurus pensiun bapak yang harus menyertakan akta nikah mereka 😍
Mengenai orang “baru” ini tidak perlu
dijelaskan secara gamblang yah,, Yang jelas saya yakin dia adalah orang yang
tepat untuk menjadi Imam dan Bapak yang baik untuk anak – anak kami nanti.
Ternyata Allah benar - benar memberi apa yang kita butuhkan, tidak
hanya apa yang kita minta.💓💓💓
Untukmu yang masih “galau” dalam
penantian, pesan saya, sibukan diri dengan kebaikan. Yang masih sekolah atau
kuliah lebih baik fokus untuk belajar dan mencetak prestasi. Yang sudah bekerja
atau cukup umur sibukan diri dengan silaturahim (salah satu pembuka pintu
rezeki termasuk jodoh) dan menebarkan manfaat.
Setiap orang itu memiliki cerita yang
berbeda, jangan dipaksakan sama. Cukup jalani dan yakin cerita kita pun luar
biasa.
Oya semua perempuan itu terlahir dalam
keadaan cantik, jadi jangan mengira diri jelek dan jodohnya jauh. Ingat lho,
Allah itu sesuai prasangka hambanya. Percaya diri kalau kamu terlahir cantik
dan bisa menjadi seorang istri dan ibu yang terbaik kelak.
Yang sudah tergolong mampu untuk
menikah jangan pernah ragu untuk memulai langkah menyempurnakan agamamu. Sebab
jujur saja setelah saya dan suami mensurvey diri kami masing – masing, kami
juga selalu merasa kurang bekal untuk mengarungi Rumah Tangga. Ada kalanya kita
memang mempersiapkan beberapa hal sebelum menikah tapi ada kalanya pula kita
bisa mempelajarinya bersama dengan pasangan. Karena sungguh, kalau kita
mengunggu kesiapan secara sempurna mungkin sebagian kita membutuhkan waktu yang
lumayan banyak dan lama untuk mendalaminya.
Bismillah, bulatkan tekad yang baik.
Semoga engkau pun segera dipersatukan dengan yang telah Allah takdirkan
bersamamu. Rajin – rajin menyapa Allah yah, semoga disegerakan.
Tentang Jodoh, itu memang rahasia
Ilahi tapi kita pun juga harus mempersiapkan diri untuk menjemputnya. Tidak
hanya menunggu tapi juga berusaha untuk didekatkan. Yakin.. cukuplah Allah..
cukuplah Allah.
Nb.
- Puji syukur untuk Allah SWT yang telah mempertemukan dua insan dalam ridhoNya.
- Jazakallah khairan katsir untuk segenap keluarga besar kami.
- Jazakillah khair buat bapak tuan Sukri yang telah memberikan kado berupa dokumentasi mulai dari lamaran, akad nikah sampai dengan resepsi (*Bukti kalau Allah akan membukakan pintu rezeki untuk yang berniat menikah).
- Terima kasih untuk mbak Shinta Rias Pengantin .
- Jazakallah untuk semua pihak yang terlibat.
| 8 Rabi'ul Awal 1437H/ 8 Desember 2016 "Mistaqan Ghaliza" |
| Soni & Desi |
| Ketika Cinta memberikan CintaNya, maka tidak ada yang tidak mungkin |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar