Selasa, 27 Juni 2017

Tentang Jodoh




 
Thanks to Kiki' for the capture

Ketika Allah SWT sudah menggariskan sebuah janji, maka tidak ada yang akan sanggup menahan atau pun menolaknya. 

Lihatlah ketika Ia membuat air bisa memberikan kehidupan kepada sekitarnya. Dan lihat pula ketika air bisa membinasakan semuanya. Tidak ada yang tidak mungkin. Begitu pula dengan Jodoh.

Ibarat kata orang, Jodoh itu tidak mungkin tertukar, selalu ada cara Allah SWT untuk mempersatukan yang jauh walaupun sebelumnya bisa jadi tidak saling mengenal.

Untuk muslimah, tidak perlu menjadi ombak di lautan yang menerjang karang mencoba menelusup dalam relung – relungnya. Sebab itu hanya akan membuat dirimu semakin terpuruk nantinya.

Cukuplah Allah, cukuplah Allah... dan semua akan menjadi terbuka lebar.
Yakin saja skenario yang dibuat oleh Allah itu sangat indah. Bahkan lebih indah dari rencana yang kamu anggap sudah tersusun rapi itu.

Terkadang jodoh datang tanpa ditebak, bahkan orangnya bisa jadi bukan yang diprediksi selama ini. Tidak perlu bimbang wahai muslimah, cukup lantunkan syair yang terus mengudara ke langit. Allah tidak mungkin menyia – nyiakan doamu itu.

Berkah Allah terhadap mahluknya tidak terbatas. Selalu ada jalan untuk mempertemukan dua insan menjadi satu.

Begitupun dengan saya, mungkin saya salah satu orang yang belum terlalu fokus memikirkan sebuah pernikahan, walaupun waktu itu saya bertekad siapapun yang memiliki agama yang baik dan orang tua setuju serta memiliki visi misi sama kedepannya, akan diterima terbuka lebar. Dan jujur saja, waktu itu saya lebih fokus bagaimana caranya mendapatkan beasiswa untuk study lanjut dibandingkan sebuah pernikahan.

Tapi Allah sangat bisa membuat sebuah skenario yang begitu runtun tanpa diminta. Dimulai dari rasa kehilangan dan salah satu pesan beliau ke mamak sebelum mendahului kami meninggalkan dunia ini yang begitu berat rasanya mengingat tidak ada kandidat, singkat cerita akhir tahun kemarin sesuatu yang belum ada dalam pikiran dan kandidat itu pun bisa terealisasi.

Welcome to the new world... entah dengan modal kenekatan apa dia mengutarakan semua dan berani berbicara dengan mamak setelah hanya beberapa jam sebelumnya meminta izin datang ke rumah. Semua berjalan dengan sangat singkat, hanya sekitar dua minggu setelah itu sebuah mistaqan ghaliza itu pun terucap.

Ya, tepat di bulan Desember tanggal 8, 2016 (8 Rabi’ul Awal 1437H). Kami menyempurnakan agama bersama. Ada salah satu yang unik di sini ketika tahu bahwa bulan pernikahan saya sama dengan mamak dan bapak hanya tanggalnya saja yang berbeda (Dari sejarah juga bulan hijriayahnya sama ketika Rasulullah menikah dengan Khadijah ra., Allahu 'alam). Selain itu pernikahan Bapak dan Mamak terlaksana setelah 3 bulan meninggalnya Papuk (Nenek) dari Bapak. Oya yang lebih membuat terkejut itu tanggal lahir saya ternyata sama dengan anniversary pernikahan mamak dan bapak, mashaAllah. *Baru tahu kalau waktu itu tidak membantu mamak mengurus pensiun bapak yang harus menyertakan akta nikah mereka 😍
 
Mengenai orang “baru” ini tidak perlu dijelaskan secara gamblang yah,, Yang jelas saya yakin dia adalah orang yang tepat untuk menjadi Imam dan Bapak yang baik untuk anak – anak kami nanti.

Ternyata Allah benar  - benar memberi apa yang kita butuhkan, tidak hanya apa yang kita minta.💓💓💓

Untukmu yang masih “galau” dalam penantian, pesan saya, sibukan diri dengan kebaikan. Yang masih sekolah atau kuliah lebih baik fokus untuk belajar dan mencetak prestasi. Yang sudah bekerja atau  cukup umur sibukan diri dengan silaturahim (salah satu pembuka pintu rezeki termasuk jodoh) dan menebarkan manfaat.

Setiap orang itu memiliki cerita yang berbeda, jangan dipaksakan sama. Cukup jalani dan yakin cerita kita pun luar biasa.

Oya semua perempuan itu terlahir dalam keadaan cantik, jadi jangan mengira diri jelek dan jodohnya jauh. Ingat lho, Allah itu sesuai prasangka hambanya. Percaya diri kalau kamu terlahir cantik dan bisa menjadi seorang istri dan ibu yang terbaik kelak.

Yang sudah tergolong mampu untuk menikah jangan pernah ragu untuk memulai langkah menyempurnakan agamamu. Sebab jujur saja setelah saya dan suami mensurvey diri kami masing – masing, kami juga selalu merasa kurang bekal untuk mengarungi Rumah Tangga. Ada kalanya kita memang mempersiapkan beberapa hal sebelum menikah tapi ada kalanya pula kita bisa mempelajarinya bersama dengan pasangan. Karena sungguh, kalau kita mengunggu kesiapan secara sempurna mungkin sebagian kita membutuhkan waktu yang lumayan banyak dan lama untuk mendalaminya.

Bismillah, bulatkan tekad yang baik. Semoga engkau pun segera dipersatukan dengan yang telah Allah takdirkan bersamamu. Rajin – rajin menyapa Allah yah, semoga disegerakan.

Tentang Jodoh, itu memang rahasia Ilahi tapi kita pun juga harus mempersiapkan diri untuk menjemputnya. Tidak hanya menunggu tapi juga berusaha untuk didekatkan. Yakin.. cukuplah Allah.. cukuplah Allah.

Nb. 

  • Puji syukur untuk Allah SWT yang telah mempertemukan dua insan dalam ridhoNya.
  • Jazakallah khairan katsir untuk segenap keluarga besar kami.
  • Jazakillah khair buat bapak tuan Sukri yang telah memberikan kado berupa dokumentasi mulai dari lamaran, akad nikah sampai dengan resepsi (*Bukti kalau Allah akan membukakan pintu rezeki untuk yang berniat menikah).
  • Terima kasih untuk mbak Shinta Rias Pengantin .
  • Jazakallah untuk semua pihak yang terlibat.
8 Rabi'ul Awal 1437H/ 8 Desember 2016 "Mistaqan Ghaliza"


Soni & Desi

Ketika Cinta memberikan CintaNya, maka tidak ada yang tidak mungkin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Coming Soon #2

MaternityShoot #2 Menjadi seorang ibu itu memang tidak pernah main – main. Perlu pemikiran yang luas, perlu kelapangan hati dan ...