Senin, 19 Juni 2017

Perjalanan ke Negeri Formosa


Oke, janji untuk mengulas mengenai kegiatan di Taiwan saya coba bayar dengan tulisan ini setelah hampir 1 tahun mangkrak yang membuat blog ini memiliki banyak sekali sarang laba - laba di setiap sisi sehingga harus dibersihkan dulu 😋



     Setelah melakukan perjalanan dari Bandara International Adi Sucipto Yogyakarta, kemudian dilanjutkan dua jam jam perjalanan ke Malaysia dan transit di sana kurang lebih dua jam pula dan kembali melakukan perjalanan selama lima jam dari bandara KL 2 menuju Tawan. Akhirnya sampailah kami di dorm Taipei International Hospital. Ini dia ulasan lengkapnya:



Saat melakukan check in di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta semua aman, nah waktu melewati pemeriksaan kedua disini kami merasa sedihh .... sekedar saran, kalau kalian membawa sambel terasi dan makanan lainnya untuk bertahan hidup karena lidah Indonesia itu unik, taruh makanan – makanan tersebut dibagasi saja ya jangan bawa ke kabin. Soalnya makanan yang dibawa melalui kabin akan disita sedangkan di bagasi aman karena tidak ada security check di bagian keimigrasian. Berikut photo sambel terasi punya salah satu personil yang di sita petugas. Photo ini kami ambil ketika hati tidak ingin berpisah dari si sambel *Kami belum tahu kalau di daerah tujuan ada warung Indo siih 😅



  



Oke biarkan yang berlalu tetap berlalu. Kali ini setelah perjalanan 2 jam kami akhirnya sampai di bandara Kuala Lumpur 2, dan kalian tahu tempat waiting room nya lumayan jauh juga dari tempat kita mendarat. Hoho bandaranya besar guys! Tapi tidak usah khawatir, banyak penjaga yang bisa ditanyai kok. Bahasanya cukup belajar dengan nonton film Upin Ipin saja. Nah di sini kami akhirnya bertemu dengan salah seorang mahasiswa S2 di NTUN, Taiwan. Namanya mbak Indah. Di sini kami mendapatkan beberapa wejengan cari beasiswa dan bertahan hidup di Taiwan. Oya tak lupa kami narsis dikit dong dan mbak Indah yang pakai kerudung merah yaa..



Di atas pesawat kalau duduk bersebalahan dengan orang baru jangan lupa disapa. Ramah tamah Indonesia tetap dijaga. Perjalananya 5 jam cukup menyenangkan karena kami bisa berkenalan dengan salah satu orang Taiwan. Di sini kami dapat wejengan lagi tentang kehidupan Taiwan. Thanks ms. Kelly for the hospitality^^

Teng tong.. waktu menunjukan 11.45  dan kami sudah tiba di Taiwan. Pemeriksaan kedatangan tidak seseram yang diceritakan, cukup perlihatkan pasport dan komunikasi dengan orang yang menanyai kita. 5 menitt,, beres selesai semua. Yang penting tetap elegan dan percaya diri saja^^ Kalau bingung? Tetap percaya diri juga okeh!

Dan akhirnya kami dijemput oleh salah satu staff TIHTC diluar dia sudah sumringah melihat kami. Wajah – wajah letih karena perjalanan yang cukup lama. Di bandara kami langsung diajak ke tempat beli kartu hp. Sekedar persiapan, kalau kalian ingin kartu yang hanya untuk telpon dan sms siapkan 300 NTD kalau mau sekalian paket internet beli 800NTD. Kami waktu itu membeli yang 300NTD karena di dorm sudah ada internet. Dan goooo.....

              Welcome to dormitory, Tak usah khawatir di buku panduan dari TIHTC sudah lengkap semua tentang dorm dan gambaran transportasi di Taiwan. Waktu sampai di sana satu set perlengkapan mandi suadh disiapkan. Sudah ada mesin cuci dan dapur sama rice cookernya, so dont worry! Di kamar sudah ada AC, dan semua lengkap termasuk selimut dan yang terpenting satu set Komputer yang tersambung dengan internet. Wow bukann... 

            Next,akan ada sedikit cerita tentang pengalaman pelatihan kami di 2 Rumah sakit dan cerita jalan – jalan  lainnya.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Coming Soon #2

MaternityShoot #2 Menjadi seorang ibu itu memang tidak pernah main – main. Perlu pemikiran yang luas, perlu kelapangan hati dan ...