Selasa, 02 Juni 2015

Semeti Beach. The other paradise..



photo by deePhoto's



Kali ini saya jalan – jalannya sama geng SMA lagi dan para Crew Sasake (Usaha para sohibku, keripik Singkong yang bikin ketagihan, dijamin lho!! hee promosi). 
Setiap kali berjalan dan ingin menemukan tempat yang eksotis (lagi) sudah saya ramalkan jalannya pasti tak akan mulus,  semulus kulit Raisa. Hihihi oke ini Dia perjalanan ke Semeti beach. Pantai eksotis lain di Pulau Lombok bagian Selatan.
Perjalanan dari Lombok Timur ke Semeti juga membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 1 jam lebih perjalanan. Pemandangan kiri dan kanan cukup menjadi daya tarik perjalanan. Yang paling menggembirakan ketika sudah sampai di gerbang menuju pantai.

Tapi kegembiraan agak sedikit berkurang ketika salah seorang teman mengatakan bersiap – siap untuk tracking! Dan ini maksudnya dari gerbang ke pantai yang jaraknya 1 km lebih bahkan kayaknya 2 km itu kami disuguhkan oleh jalan yang cukup membuat  kembali bergoyang. Kalau konvoy begini saya lebih memilih untuk berada di depan, sebab yang belakang akan menerima kiriman debu dari motor kami hihihi. *Semoga jalanya bisa mulus di kemudian hari
Sampai di persimpangan kami melihat Tourist membawa papan selancar berbelok ke arah kanan. Teman saya mengatakan kalau mau Selancar ke arah kanan, kalau mau narsis kita ke arah timur. Semua kompak lebih memilih ke arah timur. Hahahaha Ternyata salah satu syurga dunia untuk para peselancar memang berada di daerah NTB salah satunya Semeti ini.
Sampai di sana Tarrraaaang ini dia photo nasrsis crew Sasake:


photo by Lingga Azhar
Dan ini photo di Tebing batu nya, kalau terlihat sepintas tebing ini seperti tumpukan batu kayak di candi lho.
Photo by Lingga Azhar, Pantai Semeti
 Di bibir pantai kami dusuguhkan oleh pasir putih yang terhampar luas, tempat main airnya agak aman, soalnya terjangan ombak dari samudra hindia terhempas oleh sekitar 20 meteran kumpulan batu - batu. Diantara batu - batu ini masih kita temukan bintang laut lho guys! mudah - mudahan tetap ada sampai seterusnya. Nah kalau yang tumpukan batu yang seperti candi itu, teman - teman harus berjalan ke arah timur sekitar 70 meter-an. Nanti di balik bukit kecil itulah tempat banyak sekali batu pantai alami yang juga banyak di jual oleh beberapa toko sebagai hiasan rumah. Tapi ini benar - benar alami guys, semua batunya seperti di atur oleh tangan - tangan seniman. (semoga dengan adanya postingan ini tidak membuat batu - batu tersebut menghilang).
That’s it, luar biasa bukan. Kadang dalam suatu perjalanan hidup ada masanya kita berada dalam sebuah persimpangan. Kita benar  benar harus bisa memilih yang mana terbaik. Jangan sampai salah memilih!
Di lain pihak saya memilih pantai yang kiri bukan hanya karena ingin narsis lho sob, tapi lebih tepatnya karena saya tidak bisa berenang kalau mau main ke semeti yang kanan. Dan pemandangan yang kiri ternyata lebih memuaskan untuk kami.
Pintar – pintarlah memilih! Yang jelas, jalan menuju Tuhan adalah selalu yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Coming Soon #2

MaternityShoot #2 Menjadi seorang ibu itu memang tidak pernah main – main. Perlu pemikiran yang luas, perlu kelapangan hati dan ...