Senin, 19 Juni 2017

Learning By Doing

Here we are... Kelompok kami dibagi menjadi dua dan akan rolling lagi setelah dua pekan. Kelompok saya waktu itu untuk pekan awal berada di Taipei hospital, tiga hari pertama kami ditempatkan di Emergency Room sebagai perkenalan. Oke, sebagai seorang dukun beranak yang tidak pernah di ruangan ini kami merasa seperti melihat adegan yang ada di film – film international secara langsung ketika pasien – pasien gawat perlu penanganan segera. Eksklusif banget dahh...


Saat di sini kami dibimbing oleh Mrs Helen. Beliau sangat tenang tapi gesit dalam menangani pasien. Oya satu keunikan di negeri ini, yaitu selain mereka memiliki nama mandarin mereka juga memiliki nama Inggris untuk memudahkan pelafalan huruf. Pernah kami menanyakan nama asli mereka, tapi ternyata cukup belibet juga di ucapkan oleh bibir kami yang terbiasa menggunakan bahasa melayu.


Kami berkesempatan mendapatkan sebuah persalinan cesar di sana karena plasenta previa (Ari – ari menutupi jalan lahir). Selain itu kami berkesempatan melihat beberapa ruangan seperti tempat terapi untuk orang yang insomnia, Ini disebut sebagai terapi tidur. Kemudian di ruang perawatan umum. Kebanyakan pasien di sini adalah oranng – orang tua yang di rawat oleh PRT yang kebanyakan berasal dari Indonesia lho. Para pahlawan devisa negara ini sangat baik pada kami bahkan sempat ditraktir dengan makanan sana dan tentu dicarikan yang halal.

Setelah itu kami pindah ke ruangan persalinan dan pediatrik (Anak). Kami belajar cukup banyak tentang bagaimana proses mereka dalam melakukan banyak pengecekan kepada anak terutama bayi baru lahir. Salah satunya adalah tes pendengaran ini. Tren di Taiwan untuk angka hamil dan melahirkannya cukup rendah. Dan rata – rata di sini sangat menginginkan anak cowok karena pembawa marga keluarga. Oya, bocoran waktu itu di Taiwan, angka laki – laki lebih banyak lho dari pada perempuan, jadi bagi yang jomblo jangan takut untuk kehabisan stock cowok yah ^^ 
Oya yang membuat unik Rumah sakit ini setiap pekan ada waktunya beberapa sukarelawan memainkan alat musik baik tradisional ataupun modern di pusat rumah sakitnya (video lebih lengkap bisa di lihat di Instagram yah hehe).
Kami di sini bertemu dengan salah seorang mahasiswi perawat dari USA. Kami berbagi cukup banyak pengalaman dengannya, selain itu kami mendapatkan salah satu teman baru juga mahasiswi praktikan dari Taiwan. Oya kalau di Taiwan tren perawatnya adalah perempuan, jadi bakal jarang dan hampir tidak pernah menemukan perawat cowok.



Oke, kita lanjut ke Rumah sakit lainnya. Namanya adalah Far Eastern Hospital. Beruntungnya kami ketika di sini kami menemui cukup banyak pasien bersalin. Selain itu kami juga menemukan banyak kawan baru dari universitas keperawatan di Taiwan. Bahkan dari pihak rumah sakit kami menyediakan waktu buat kami untuk saling diskusi di ruangan khusus dan menceritakan tentang gambaran persalinan di masing – masing tempat.
Salah satu informasi yang kami dapatkan di sana adalah tentang diperbolehkannya melakukan persalinan di rumah dengan kondisi medis yang baik. Digambarkan juga tentang ada motivator yang menemani selama persalinan. Oya mereka sempat menanyakan apakah benar di Indonesia banyak yang menikah di usia 20 sampai 30th? Ketika kami jawab iya, mereka sangat terkejut karena kalau di sana tren menikah di atas 30 tahunan. Oke tidak ada yang salah soal ini, karena reproduksi wanita sudah matang di usia 20 th.

Next, di sini kami berkesempatan melihat bagaimana cara persalinan yang sangat menjaga privasi pasien. Sampai – sampai saat melahirkan hanya tempat keluarnya baby yang terlihat karena yang lain sudah ditutupi dengan kain yang khusus. Selain itu ada juga metode mempercepat proses persalinan dengan ball karet besar dan lain – lain. 

Kami juga diperkenalkan dengan rekam medik yang menggunakan tekhnologi seperti komputer untuk menginput semua data – data pasien.
Oke sekian dulu seputar dunia kesehatan di Taiwan. Walaupun informasinya sedikit semoga dapat memberikan gambaran untuk teman semuanya ya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Coming Soon #2

MaternityShoot #2 Menjadi seorang ibu itu memang tidak pernah main – main. Perlu pemikiran yang luas, perlu kelapangan hati dan ...