Here we are... Kelompok kami dibagi menjadi
dua dan akan rolling lagi setelah dua pekan. Kelompok saya waktu itu untuk
pekan awal berada di Taipei hospital, tiga hari pertama kami ditempatkan di
Emergency Room sebagai perkenalan. Oke, sebagai seorang dukun beranak yang
tidak pernah di ruangan ini kami merasa seperti melihat adegan yang ada di film
– film international secara langsung ketika pasien – pasien gawat perlu
penanganan segera. Eksklusif banget dahh...
Kami berkesempatan mendapatkan sebuah
persalinan cesar di sana karena plasenta previa (Ari – ari menutupi jalan lahir).
Selain itu kami berkesempatan melihat beberapa ruangan seperti tempat terapi
untuk orang yang insomnia, Ini disebut sebagai terapi tidur. Kemudian di ruang
perawatan umum. Kebanyakan pasien di sini adalah oranng – orang tua yang di
rawat oleh PRT yang kebanyakan berasal dari Indonesia lho. Para pahlawan devisa
negara ini sangat baik pada kami bahkan sempat ditraktir dengan makanan sana dan
tentu dicarikan yang halal.
Setelah itu kami pindah ke ruangan persalinan
dan pediatrik (Anak). Kami belajar cukup banyak tentang bagaimana proses mereka
dalam melakukan banyak pengecekan kepada anak terutama bayi baru lahir. Salah
satunya adalah tes pendengaran ini. Tren di Taiwan untuk angka hamil dan
melahirkannya cukup rendah. Dan rata – rata di sini sangat menginginkan anak
cowok karena pembawa marga keluarga. Oya, bocoran waktu itu di Taiwan, angka
laki – laki lebih banyak lho dari pada perempuan, jadi bagi yang jomblo jangan
takut untuk kehabisan stock cowok yah ^^
Setelah itu kami pindah ke ruangan persalinan
dan pediatrik (Anak). Kami belajar cukup banyak tentang bagaimana proses mereka
dalam melakukan banyak pengecekan kepada anak terutama bayi baru lahir. Salah
satunya adalah tes pendengaran ini. Tren di Taiwan untuk angka hamil dan
melahirkannya cukup rendah. Dan rata – rata di sini sangat menginginkan anak
cowok karena pembawa marga keluarga. Oya, bocoran waktu itu di Taiwan, angka
laki – laki lebih banyak lho dari pada perempuan, jadi bagi yang jomblo jangan
takut untuk kehabisan stock cowok yah ^^
Oya yang membuat unik Rumah sakit ini setiap
pekan ada waktunya beberapa sukarelawan memainkan alat musik baik tradisional
ataupun modern di pusat rumah sakitnya (video lebih lengkap bisa di lihat di
Instagram yah hehe).
Kami di sini bertemu dengan salah seorang
mahasiswi perawat dari USA. Kami berbagi cukup banyak pengalaman dengannya, selain
itu kami mendapatkan salah satu teman baru juga mahasiswi praktikan dari
Taiwan. Oya kalau di Taiwan tren perawatnya adalah perempuan, jadi bakal jarang
dan hampir tidak pernah menemukan perawat cowok.
Oke, kita lanjut ke Rumah sakit lainnya. Namanya adalah Far Eastern Hospital. Beruntungnya kami ketika di sini kami menemui cukup banyak pasien bersalin. Selain itu kami juga menemukan banyak kawan baru dari universitas keperawatan di Taiwan. Bahkan dari pihak rumah sakit kami menyediakan waktu buat kami untuk saling diskusi di ruangan khusus dan menceritakan tentang gambaran persalinan di masing – masing tempat.
Salah satu informasi yang kami dapatkan di
sana adalah tentang diperbolehkannya melakukan persalinan di rumah dengan
kondisi medis yang baik. Digambarkan juga tentang ada motivator yang menemani
selama persalinan. Oya mereka sempat menanyakan apakah benar di Indonesia
banyak yang menikah di usia 20 sampai 30th? Ketika kami jawab iya, mereka
sangat terkejut karena kalau di sana tren menikah di atas 30 tahunan. Oke tidak
ada yang salah soal ini, karena reproduksi wanita sudah matang di usia 20 th.
Next, di sini kami berkesempatan melihat
bagaimana cara persalinan yang sangat menjaga privasi pasien. Sampai – sampai
saat melahirkan hanya tempat keluarnya baby yang terlihat karena yang lain
sudah ditutupi dengan kain yang khusus. Selain itu ada juga metode mempercepat
proses persalinan dengan ball karet besar dan lain – lain.
Kami juga diperkenalkan dengan rekam medik
yang menggunakan tekhnologi seperti komputer untuk menginput semua data – data
pasien.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar