Waktu itu saya tiba – tiba di ajak oleh sepupu untuk jalan –
jalan bersama geng kuliahnya. Karena hobby jalan – jalan juga dan waktu itu gak ada
kerjaan langsung saja kata IYA muncul dengan sangat semangat. Bukan Cuma itu
sih ada kata kunci lain yang membuat saya cuup sangat bergairah kesana. Pantai ini
katanya memiliki air terjun. Langsung Searching di mbah google nih gambar si pantai. Dan alhasil membuat saya tambah ngiler kesana!!!
Kami berangkat dari kota Mataram, melewati daerah Gerung.
Sampai di sekotong ada dua jalan. Katanya lewat jalan terjal di bukit tapi
lebih cepat sampai dibandingkan lewat jalur biasa yang tidak ada tanjakan.
Akhirnya karena perhitungan waktu kami memutuskan lewat jalan yang terjal. Dan alhamdulillah
kami bisa sampai dengan selamat. Tapi, hemm ada – ada saja yang terjadi. Tak
ceritain sedikit aja ya biar jadi pelajaran biar gak semaunya di jalan.
Waktu itu memang kecepatan kami antara 40-50 km/jam, waktu
akan menyalip sebuah motor yang agak pelan dengan membawa seorang bocah di
depan, kami menjadi terkaget. Si bapak tiba – tiba saja nyelonong mau ke kanan
tanpa lampu penanda akan kemana. Alhasil sepupu yang dibonceng teriak
kepada saya, kemudian saya juga kaget tak rem mendadak si matic Blue bee sambil
menutup mata, pasrah dengan yang akan terjadi. Alhamdulillah kami aman. Tapi
Braaakkkk motor kawan sepupu yang berada tepat dibelakang kami jatuh sendiri
karena ikut mengerem dan kaget.
Untungnya tidak ada luka serius, dan saya juga bawa pembersih luka serta perban yang selalu ikut kemana – mana dalam ransel. Dan si Bapak tiba –
tiba menghilang. Hemmm kesal sebenarnya. Tadinya saya mau tanya ke bapak itu
punya SIM apa gak? Masak buat penanda saja tak bisa! But it’s oke. Yang penting
semua baik – baik saja. Walaupun dengan kejadian itu tidak menyurutkan kaki
kami untuk tetap melangkah.
Hampir 1 jam lebih perjalanan akhirnya kami sudah mendarat ke
parkiran pantai Nambung. Pasirnya kecokelatan, dan bola – bola pasirnya agak
besar seperti merica. Keren dah. Sampai disana aku bingung, dimana sebenarnya air terjun itu? Bapak
– bapak yang ada disana menunjuk di ujung timur yang banyak bebatuan itu
tempatnya. Kelihatannya sih dekat kayak photo ini mamen, tapi ternyata hampir 2
km kami berjalan dari parkiran. uUlaaalala kaki lumayan pegal.
But, sampai disana terbayar semuanya. Sekedar bocoran pantai
ini bukan seperti imajinasi kita. Sebelumnya saya berpikir, kalau itu benar –
benar air terjun yang mendarat ke pantai dan ternyata viooollaaa air terjunnya
berasal dari hempasan ombak yang menabrak batu besar dan jatuh ke arah sebaliknya
seperti air terjun. Tapi ini keseruannya kawan, yaitu ketika menunggu si air terjun
jatuh dan berhasil mengabadikan sebelum air nya habis. Seperti gambar ini, keceriaan menunggu air
terjun.

Semuanya eksotis! Saat pulang baru kami sadari kalau jalan
yang tadi kami lalui sepanjang 2 km itu juga luar biasa pemandangannya. Batu –
batu yang berjejer dan hempasan di bibir pantai sungguh luar biasa. Tak lupa
juga kami melakukan banyak pose kenangan di sini
Semuanya Luar biasa! Terima kasih buat sepupu saya Dian dan
Geng TR nya yang mengajak kesini. Tidak akan terlupa! Really!!
Pelajaran berharga yang saya dapatkan adalah ketika kita
memiliki tujuan, fokuskan hanya untuk tujuan itu saja, jangan lupa bumbu do’anya
biar tambah enak. Tak peduli apapun yang kita hadapi, tetap berjalanlah dengan
semangat! Jangan tergiur dengan keindahan yang lain. Nanti waktu kita sudah
merasakan kenikmatan mencapai tujuan baru kita akan tersadar kalau proses yang
kita lalui tersebut juga sangat indah. Tidak semua orang bisa merasakannya,
jadi berbahagialah!
Terkadang kesuksesan itu terlihat sangat simple dan dekat,
tapi setelah menjalaninya baru kita rasakan betapa kita membutuhkan perjuangan
yang besar untuk itu semua. Yang penting jangan menyerah dan teruslah
melangkah! Sesekali semangatilah diri ketika lelah, seperti mengatakan "kalau kesuksesan itu begitu
dekat!".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar