Rabu, 03 Juni 2015

Akhirnya, Tanjung Bloam

Hari  Ahad, tidak ada rencana hanya duduk depan tv sambil ngemil. Berhubung tangan masih agak sakit jadi awalnya istirahat. Sampai akhirnya ada telpon kalau saya ditunggu. Bukan di tunggu untuk pembagian sembako ya? Tapi lebih di tunggu ke acara ngebolang lagi. Kali ini tawarannya menggiurkan. Sehabis balik dari Borneo, dimana ke Kakaban dan Labuan Cermin tidak ada yang terealisasi karena tim kesana dan cuaca yang kurang mendukung. Ini adalah tawaran lain yang cukup menarik.
Mana lagi, selain tujuan yang dulu tidak jadi, Tanjung Bloam.
Kali ini teman – teman saya sudah menemukan rute yang biasanya dipakai oleh para pemancing. Sebenarnya ada kekhawatiran akan jatuh lagi, selain kondisi tangan yang kurang baik. Tapi ada sedikit angin segar, walaupun sebelumnya saya lebih suka untuk jalan – jalan  menggunakan motor mengitari Lombok ini bersama Blue bee, teman baru saya  menawari untuk naik mobil bersama beberapa teman yang lain, Setidaknya tangan  bisa agak santai hari ini. Sebagian teman yang lain berangkat menggunakan motor.
photo by Lingga Azhar

Dan kali ini, jalurnya sama seperti biasa arah ke pantai Pink. Tapi sebelum sampai pantai Pink kami belok kanan di jalan kecil yang penuh dengan pohon. Untungnya sekarang tanah tidak licin lagi, tidak hujan juga.Tapi jalan yang kami masuki ini jalan tanah bergelombang. Persis kami seperti OverRoad *lagi.
Saya sarankan kalau kesini dan jalan belum bagus sampai dalam lebih baik naik motor saja sebab tempat parkirnya berbeda. Dari tempat parkir roda empat kami harus berjalan  hampir 1 km lebih kedalam. Kalau motor, tempat parkirnya dekat dengan spot yang kami tuju. Cukup turun bukit dan tarram ini dia Tanjung Bloam.
Photo by Lingga Azhar




Kami masuk ke Tanjung Bloam, setelah empat hari kejadian ada orang yang terbawa arus. Jadi pesan ninik (kakek) penjaga parkiran perhatikan ombak yang datang dan jangan coba – coba ke arus. Kalau di atas masih aman. Nggih nik, kami akan turuti (kira – kira seperti itu ekspresi muka kami semua).
Datang kesana tidak menyuruti langkah kami mengitari dan menelusuri setiap spot. Hanya keagungan Allah yang ada, kami bersyukur bisa menjelajahinya. Tampak dikejauhan Pantai Bloam/ Villa Bloam.

Saat menuruni bukit menuju tanjung Bloam, kita serasa bagaikan melewati gua tapi jalan setapaknya itu seperti kali mati. Batu - batunya keren guys. Sehabis keluar dari sana, Wow keren lagi ^_^
photo by Lingga Azhar "Rainbow"
kalian pasti akan disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa dari bukit kecil di tanjung. Menuju bukit kecil kita akan melewati sebuah jembatan kecil dari batu yang keren abis. Soalnya di bawah batu ada hempasan ombak juga ke tepi pantai. Airnya semuanya masih alami gan, 'nyesel kalau gak kesini'!.

Di Tanjung Bloam, setelah kami, banyak sekali orang yang datang. Ada yang berklompok dan bakar ikan. Kemudian ada beberapa keluarga yang berwisata. Saya cukup takjub melihat anak – anak mereka yang kecil tapi tidak capek berjalan sampai sini, tidak seperti saya yang udah agak – agak hehe
Satu hal yang aku saluti, sampah yang dibawa, mereka bawa lagi. Tidak membuangnya sembarangan. Ini baru Kerren!!! Di kelompok saya untung ada inak Devi yang dengan sigap memasukan sampah kami ke plastik untuk dijadikan oleh – oleh hehe piece. Thanks untuk semua, walaupun si wanita pendekar tak ikut, crew tetap sama dengan sohib, fotografer dan kebersamaan yang sama.
Kalau kamu ngaku cinta Lingkungan, perhatikan langkah dan sampahmu!

Yakin saja, kalau Allah tidak mengabulkan do’amu, pasti akan dikabulkan suatu hari nanti atau diganti yang lebih indah olehNya! Labuan Cermin dan Kakaban suatu hari nanti, sekarang penggantinya Tanjung Bloam dulu ya. 

2 komentar:

  1. Pertama kali menginjakkan kaki di pantai ini, tak ada kata-kata lain selain kata takjub. Badan yang terasa letih ketika berjalan meuju pantai ini seketika tercharger kembali..

    Panorama yang memanjakan mata, juga mendamaikan hati.
    Pantai ini RECOMENDED..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali gan, Lombok itu memang syurga dunia ^_^

      Hapus

Coming Soon #2

MaternityShoot #2 Menjadi seorang ibu itu memang tidak pernah main – main. Perlu pemikiran yang luas, perlu kelapangan hati dan ...