Kamis, 05 Oktober 2017

Hi There! We are fine here



Hi There! Here is qoute of the day from Ariawan family.๐Ÿ˜

“Kalau kita tidak menyibukkan diri dalam kebaikan, niscaya kita akan disibukkan dalam keburukan” – Bilal Bin Sa’ad.

Oke kali ini sedikit menyinggung tentang sibuk menyibukkan. Siapa dari kita yang suka “Disibuki” (read: digosipkan) orang lain? Terlebih itu tentang sesuatu yang negatif? Ada? Berarti anda luar biasa. Kenapa demikian? Karena anda bisa mengatur emosi dalam diri. Tapi kebanyakan kita tentu akan merasa terganggu dengan hal tersebut.

Ngomong ini itu tanpa kejelasan, menyibukkan diri bercerita dan meyakinkan orang lain kalau kita begini begitu bahkan kita ngomonin mereka (Padahal mereka yang lagi bergunjing ria yah #eh). Dan parahnya lagi orang ketiga tersebut tidak langsung klarifikasi ke yang bersangkutan sehingga su’udzhon yang timbul dan merasa diri terzdolimi (Kalau kata Bondan #YaSudahlah).

Lucu bukan? Tapi mau bagaimana lagi seperti itulah kehidupan. Kebanyakan terlalu sibuk dengan urusan orang lain sehingga lupa untuk fokus meningkatkan kapasitas diri. Yah, seperti yang disampaikan dalam kutipan Bilal di atas. Karena tidak memiliki kesibukan sendiri sehingga sibuk dengan keburukan (sibuk dengan orang lain).

Padahal kemampuan untuk berbicara atau orasi di publik seperti di atas masih sangat jarang dan dibutuhkan di masyarakat lho. Tapi salahnya justru kita mengasah diri untuk fokus melakukan playing victim yang bukannya menambah kebaikan tapi justru menumpuk dosa yang sudah bertumpuk.

Hati – hati dengan orang yang demikian karena bisa jadi kita akan menjadi korban selanjutnya dari mereka. Dan ada baiknya ketika kita menemukan informasi dari orang (walaupun nih orang dikatakan lebih dekat dengan kita) tetap langsung klarifikasi kepada orang yang dimaksud pelaku utama yah (walaupun tidak dekat sekalipun), mungkin ada miss komunikasi atau hal lainnya yang sebenarnya baik.

Jangan mau jadi bonekanya tukang gosip yang mau dimainkan dengan isu penggorengan yang sudah dipakai berkali – kali sehingga tidak sehat untuk jiwa dan raga hehe.

Karena itu, mulai sekarang tanamkan dalam diri ketika menerima informasi yang “aneh” lebih baik langsung di klarifikasi. Karena selain nambah dosa hal tersebut juga secara tidak langsung menambah stress dalam diri yang tidak baik untuk kesehatan. hehe

Cerdas – cerdas dalam menanggapi dan menyibukkan diri ya. Untuk yang masih sekolah atau kuliah, jangan keseringan nonton sinetron yang kurang mendidik. Yang jahatnya kebangetan, sehingga percaya kalau si ini antagonis dan kita protagonisnya (padahal kebalik gara – gara pikiran negatif tadi dalam realitanya hehe).

Untuk yang sudah menikah, lebih baik fokus untuk membentuk keluarga impian dunia akhiratnya dan ditambahkan lagi dengan pikiran – pikiran positif untuk menebarkan manfaat pada sesama.

Saya dan suami banyak belajar tentang hal tersebut, karena itu kami membuat komitmen untuk sama – sama menyibukkan diri dengan keluarga kecil kami yang masih seumur jagung ini. Jadi, kalau ada yang tiba – tiba merasa dirinya kami “dzolimi” atau kasarnya kami gosipkan di belakang. Mohon maaf ya, beberapa bulan terakhir ini suami sibuk dengan disertasinya (Kalau di kampus suami, untuk tugas akhir S2 disebut Disertasi dan S3 Thesis) dan saya sibuk dengan pemberian nutrisi lahir dan batin buat baby yang sebentar lagi inshaAllah akan meletus hehe. Believe it, we are fine here.

Oke kesimpulannya hanya orang – orang yang tidak punya kesibukkan dan hidupnya banyak mengeluh yang lebih senang mengurus  urusan orang lain! Cari solusi bukan pembenaran ya!

*kita masih sama – sama belajar untuk berbenah untuk menjadi lebih baik lagi
Somewhere in Australia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Coming Soon #2

MaternityShoot #2 Menjadi seorang ibu itu memang tidak pernah main – main. Perlu pemikiran yang luas, perlu kelapangan hati dan ...