Hi
There! Here is qoute of the day from Ariawan family.๐
“Kalau kita tidak menyibukkan diri dalam
kebaikan, niscaya kita akan disibukkan dalam keburukan” – Bilal Bin Sa’ad.
Oke kali ini sedikit menyinggung tentang
sibuk menyibukkan. Siapa dari kita yang suka “Disibuki” (read: digosipkan) orang
lain? Terlebih itu tentang sesuatu yang negatif? Ada? Berarti anda luar biasa. Kenapa
demikian? Karena anda bisa mengatur emosi dalam diri. Tapi kebanyakan kita
tentu akan merasa terganggu dengan hal tersebut.
Ngomong ini itu tanpa
kejelasan, menyibukkan diri bercerita dan meyakinkan orang lain kalau kita
begini begitu bahkan kita ngomonin
mereka (Padahal mereka yang lagi bergunjing ria yah #eh). Dan parahnya lagi orang ketiga tersebut tidak langsung
klarifikasi ke yang bersangkutan sehingga su’udzhon yang timbul dan merasa diri
terzdolimi (Kalau kata Bondan #YaSudahlah).
Lucu bukan? Tapi mau bagaimana lagi seperti
itulah kehidupan. Kebanyakan terlalu sibuk dengan urusan orang lain sehingga
lupa untuk fokus meningkatkan kapasitas diri. Yah, seperti yang disampaikan dalam kutipan Bilal di atas. Karena tidak
memiliki kesibukan sendiri sehingga sibuk dengan keburukan (sibuk dengan orang
lain).
Padahal kemampuan untuk berbicara atau
orasi di publik seperti di atas masih sangat jarang dan dibutuhkan di
masyarakat lho. Tapi salahnya justru kita mengasah diri untuk fokus melakukan playing victim yang bukannya menambah
kebaikan tapi justru menumpuk dosa yang sudah bertumpuk.
Hati – hati dengan orang yang demikian
karena bisa jadi kita akan menjadi korban selanjutnya dari mereka. Dan ada
baiknya ketika kita menemukan informasi dari orang (walaupun nih orang
dikatakan lebih dekat dengan kita) tetap langsung klarifikasi kepada orang yang
dimaksud pelaku utama yah (walaupun tidak dekat sekalipun), mungkin ada miss
komunikasi atau hal lainnya yang sebenarnya baik.
Jangan mau jadi bonekanya tukang gosip yang
mau dimainkan dengan isu penggorengan yang sudah dipakai berkali – kali sehingga
tidak sehat untuk jiwa dan raga hehe.
Karena itu, mulai sekarang tanamkan dalam
diri ketika menerima informasi yang “aneh” lebih baik langsung di klarifikasi.
Karena selain nambah dosa hal tersebut juga secara tidak langsung menambah
stress dalam diri yang tidak baik untuk kesehatan. hehe
Cerdas – cerdas dalam menanggapi dan
menyibukkan diri ya. Untuk yang masih sekolah atau kuliah, jangan keseringan
nonton sinetron yang kurang mendidik. Yang jahatnya kebangetan, sehingga percaya kalau si ini antagonis dan kita
protagonisnya (padahal kebalik gara – gara pikiran negatif tadi dalam
realitanya hehe).
Untuk yang sudah menikah, lebih baik fokus
untuk membentuk keluarga impian dunia akhiratnya dan ditambahkan lagi dengan pikiran – pikiran positif untuk menebarkan manfaat pada sesama.
Saya dan suami banyak belajar tentang hal
tersebut, karena itu kami membuat komitmen untuk sama – sama menyibukkan diri
dengan keluarga kecil kami yang masih seumur jagung ini. Jadi, kalau ada yang
tiba – tiba merasa dirinya kami “dzolimi” atau kasarnya kami gosipkan di
belakang. Mohon maaf ya, beberapa bulan terakhir ini suami sibuk dengan
disertasinya (Kalau di kampus suami, untuk tugas akhir S2 disebut Disertasi dan
S3 Thesis) dan saya sibuk dengan pemberian nutrisi lahir dan batin buat baby yang sebentar lagi inshaAllah akan
meletus hehe. Believe it, we are fine here.
Oke kesimpulannya hanya orang – orang yang tidak
punya kesibukkan dan hidupnya banyak mengeluh yang lebih senang mengurus urusan orang lain! Cari solusi bukan
pembenaran ya!
*kita masih sama – sama belajar untuk
berbenah untuk menjadi lebih baik lagi
![]() |
| Somewhere in Australia |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar