Oke kali ini saya sedikit membahas perjalanan
lain yang cukup luar biasa karena bukan planning
utama kami. Honey moon to Bali. Hehe
Sebenarnya ini merupakan jalan – jalan kami yang
kebetulan bertepatan dengan pemeriksaan kesehatan saya sebelum berangkat ke
tanah rantauan berikutnya sebagai syarat visa. Jadi sebenarnya agenda utamanya
bukan bulan madu betulan.
Kami di sini langsung menuju salah
satu sahabat suami yang masih satu kampung dengannya. Bertemu dengan orang ini
mengajarkan sesuatu yang luar biasa tentang pengorbanan dalam menggapai mimpi.
Sebut saja namanya Supriadi (eh
kesebut). Dia satu – satunya yang kuliah dari tiga bersaudara. Dan tahukah
kamu, butuh waktu satu tahun bekerja di Bali sebagai buruh bangunan sampai ia
bisa kuliah “dengan biaya sendiri”.
Saya melihat bahwa semangat dan harapan itu
selalu ada untuk mereka yang bersungguh – sungguh dan benar – benar percaya
kalau Tuhan itu maha kaya. Tidak pernah menyerah dengan keaadaan karena percaya
selalu ada kejaiban.
Kali ini bahas lagi soal bulan madu plus plus kami.
Setelah cek kesehatan kami pun selanjutnya memulai petualangan yang paling
dekat yaitu Kuta Bali dan jalan – jalan seputaran sana. Salah satu yang menarik
yaitu ketika singgah ke salah satu toko buku dekat kuta yang menyediakan
berbagai jenis buku berbahasa asing. *Maklumi kami pasangan pecinta buku yah
hehe.
Karena sudah waktunya sholat, kami memutuskan
untuk ke masjid terdekat melalui Mbah google map. Karena tampak dekat akhirnya
kami memutuskan berjalan kaki yang ternyata jaraknya radak – radak jauh juga.
Tapi karena berjalan sama si “lelaki kesayangan” jadinya terasa dekat hehe
*awas baper. Masjidnya lumayan besar untuk yang berdiri di atas tanah Bali yang
mayoritas penduduknya beragama hindu. Inget banyak Pure juga yang berdiri di
atas tanah Lombok yang mayoritas Islam. Unity
in Diversity.
Oke untuk makanan tak susah juga cari yang halal,
di samping masjid ada warung makan Taliwang Bersaudara. Haha dimanapun saya berada kayaknya pelecing kangkung tidak bisa
terpisahkan dengan lidah ini.
Di dekat penginapan pun banyak yang menjual
makanan halal, jadi kami merasa aman untuk urusan perut.
Allah akan beri kita kemudahan dimana pun tempat
kita berada asalkan kita tetap mendekat kepadaNya. InshaAllah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar