Selasa, 01 Agustus 2017

Kebetulan Nge-Bali



Oke kali ini saya sedikit membahas perjalanan lain yang cukup luar biasa karena bukan planning utama kami. Honey moon to Bali. Hehe

Sebenarnya ini merupakan jalan – jalan kami yang kebetulan bertepatan dengan pemeriksaan kesehatan saya sebelum berangkat ke tanah rantauan berikutnya sebagai syarat visa. Jadi sebenarnya agenda utamanya bukan bulan madu betulan.

Kami di sini langsung menuju salah satu sahabat suami yang masih satu kampung dengannya. Bertemu dengan orang ini mengajarkan sesuatu yang luar biasa tentang pengorbanan dalam menggapai mimpi. Sebut saja namanya Supriadi (eh kesebut). Dia satu – satunya yang kuliah dari tiga bersaudara. Dan tahukah kamu, butuh waktu satu tahun bekerja di Bali sebagai buruh bangunan sampai ia bisa kuliah “dengan biaya sendiri”.

Saya melihat bahwa semangat dan harapan itu selalu ada untuk mereka yang bersungguh – sungguh dan benar – benar percaya kalau Tuhan itu maha kaya. Tidak pernah menyerah dengan keaadaan karena percaya selalu ada kejaiban.

Kali ini bahas lagi soal bulan madu plus plus kami. Setelah cek kesehatan kami pun selanjutnya memulai petualangan yang paling dekat yaitu Kuta Bali dan jalan – jalan seputaran sana. Salah satu yang menarik yaitu ketika singgah ke salah satu toko buku dekat kuta yang menyediakan berbagai jenis buku berbahasa asing. *Maklumi kami pasangan pecinta buku yah hehe.

Karena sudah waktunya sholat, kami memutuskan untuk ke masjid terdekat melalui Mbah google map. Karena tampak dekat akhirnya kami memutuskan berjalan kaki yang ternyata jaraknya radak – radak jauh juga. Tapi karena berjalan sama si “lelaki kesayangan” jadinya terasa dekat hehe *awas baper. Masjidnya lumayan besar untuk yang berdiri di atas tanah Bali yang mayoritas penduduknya beragama hindu. Inget banyak Pure juga yang berdiri di atas tanah Lombok yang mayoritas Islam. Unity in Diversity.

Oke untuk makanan tak susah juga cari yang halal, di samping masjid ada warung makan Taliwang Bersaudara. Haha dimanapun saya berada kayaknya pelecing kangkung tidak bisa terpisahkan dengan lidah ini.

Di dekat penginapan pun banyak yang menjual makanan halal, jadi kami merasa aman untuk urusan perut.

Allah akan beri kita kemudahan dimana pun tempat kita berada asalkan kita tetap mendekat kepadaNya. InshaAllah.


Oke sekian dulu perjalanan “kebetulan” NgeBali kami. InshaAllah akan ada perjalanan – perjalanan kece lainnya di lain waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Coming Soon #2

MaternityShoot #2 Menjadi seorang ibu itu memang tidak pernah main – main. Perlu pemikiran yang luas, perlu kelapangan hati dan ...