Selasa, 01 Agustus 2017

Adventure to Kang_Guru Continent



Setelah semua berjalan dengan baik akhirnya tibalah petualangan yang pertama saya ke benua tetangga, yaitu Kang_Guru. Kenapa saya menyebutnya Kang_Guru? Karena benua ini salah satu saksi perjuangan suami untuk belajar.

Kalau dilirik kebelakang sebenarnya saya sedikit mengerutkan kening juga dengan sebuah "deklarasi bintang terang" beberapa tahun lalu bersama teman kos. Untuk deklarasi ini, satu orang sudah benar – benar menggapai bintang terangnya untuk menyelesaikan study di UK. Dan saya InshaAllah hampir sampai. Alhamdulillah atas semua rencana Allah yang begitu indah dengan bumbu – bumbu penyedap lainnya.

Petualangan kali ini ada rasa sedikit berat, tapi dia menguatkan dan mengatakan semua akan baik – baik saja ketika mencium tangannya yang sudah mulai menua. Hemm ridhomu yang menguatkan untuk mengambil langkah ini, terima kasih Mamak. 😇😇😇

Oke, di benua Kang_Guru ini tugas saya adalah menemani si separuh hati. Selain itu dia juga berharap agar saya bisa belajar bahasa juga di sini. Sebuah mimpi yang tidak muluk, akan tetapi dalam bagi saya. Karena bisa dipertemukan dengan ia yang benar – benar melengkapi.

Perjalanan kali ini lewat Lombok > Bali > Sydney dan ke tempat tujuan kami yaitu Adelaide. Perjalanan yang cukup panjang dan mengesankan. Karena perjalanan panjang kedua ini spesial, bersama dengan ia si pelengkap dan ternyata ada si mungil juga yang secara “sembunyi – sembunyi” ikut terbang ke negeri seberang.

Terbayang dengan keluarga yang ikut mengantarkan ke bandara. Dulu waktu ke Taiwan hanya bisa say hello lewat telpon. Dan saat di sana pun komunikasi tidak maksimal karena orang tua tidak menggunakan android seperti sekarang. Orang yang diminta untuk menyampaikan pesan pun ternyata sempat tidak memberikan kabar ke orang tua sehingga membuat mereka khawatir *Inget ini rasanya nyesek abis hehe curhat.

Anyway, semua itu selalu ada hikmahnya. Begitu pula dengan perjalanan kali ini. Mungkin orang hanya bisa melihat dari apa ia sekarang, tapi kalau dilihat bagaimana perjalanan hidup sebelumnya, mungkin mereka akan lebih bersyukur dengan yang Allah timpakan kepadanya sekarang. Mengenai ini saya berjanji akan menulis tentang perjuangan suami dan saya di waktu berikutnya, InshaAllah.

Setiap kita memiliki jejak yang pasti Allah akan minta pertanggung jawabannya kelak. Siapkan jejak terbaikmu! D R
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Coming Soon #2

MaternityShoot #2 Menjadi seorang ibu itu memang tidak pernah main – main. Perlu pemikiran yang luas, perlu kelapangan hati dan ...