Setelah semua berjalan dengan baik
akhirnya tibalah petualangan yang pertama saya ke benua tetangga, yaitu
Kang_Guru. Kenapa saya menyebutnya Kang_Guru? Karena benua ini salah satu saksi
perjuangan suami untuk belajar.
Kalau dilirik kebelakang sebenarnya
saya sedikit mengerutkan kening juga dengan sebuah "deklarasi bintang terang"
beberapa tahun lalu bersama teman kos. Untuk deklarasi ini, satu orang sudah
benar – benar menggapai bintang terangnya untuk menyelesaikan study di UK. Dan
saya InshaAllah hampir sampai. Alhamdulillah atas semua rencana Allah yang
begitu indah dengan bumbu – bumbu penyedap lainnya.
Petualangan kali ini ada rasa sedikit
berat, tapi dia menguatkan dan mengatakan semua akan baik – baik saja ketika mencium
tangannya yang sudah mulai menua. Hemm ridhomu yang menguatkan untuk mengambil
langkah ini, terima kasih Mamak. 😇😇😇
Oke, di benua Kang_Guru ini tugas saya
adalah menemani si separuh hati. Selain itu dia juga berharap agar saya bisa
belajar bahasa juga di sini. Sebuah mimpi yang tidak muluk, akan tetapi dalam
bagi saya. Karena bisa dipertemukan dengan ia yang benar – benar melengkapi.
Perjalanan kali ini lewat Lombok >
Bali > Sydney dan ke tempat tujuan kami yaitu Adelaide. Perjalanan yang
cukup panjang dan mengesankan. Karena perjalanan panjang kedua ini spesial,
bersama dengan ia si pelengkap dan ternyata ada si mungil juga yang secara
“sembunyi – sembunyi” ikut terbang ke negeri seberang.
Terbayang dengan keluarga yang ikut
mengantarkan ke bandara. Dulu waktu ke Taiwan hanya bisa say hello lewat telpon. Dan saat di sana pun komunikasi tidak
maksimal karena orang tua tidak menggunakan android seperti sekarang. Orang
yang diminta untuk menyampaikan pesan pun ternyata sempat tidak memberikan
kabar ke orang tua sehingga membuat mereka khawatir *Inget ini rasanya nyesek abis hehe curhat.
Anyway, semua itu
selalu ada hikmahnya. Begitu pula dengan perjalanan kali ini. Mungkin orang
hanya bisa melihat dari apa ia sekarang, tapi kalau dilihat bagaimana
perjalanan hidup sebelumnya, mungkin mereka akan lebih bersyukur dengan yang
Allah timpakan kepadanya sekarang. Mengenai ini saya berjanji akan menulis
tentang perjuangan suami dan saya di waktu berikutnya, InshaAllah.
Setiap
kita memiliki jejak yang pasti Allah akan minta pertanggung jawabannya kelak.
Siapkan jejak terbaikmu! D R



Tidak ada komentar:
Posting Komentar